Libur Nataru 2025–2026, Danamon Ingatkan Bahaya Penipuan: Jangan Sampai Liburan Berujung Kerugian

img

POSKOTAKALTIMNEWS, JAKARTA: Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah di depan mata. Rencana liburan, belanja, hingga transaksi digital meningkat tajam. Namun di balik euforia tersebut, ancaman penipuan justru kian mengintai. PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengingatkan masyarakat untuk ekstra waspada agar liburan tak berubah menjadi mimpi buruk finansial.

Lonjakan mobilitas dan transaksi selama musim liburan kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan dengan berbagai modus. Mulai dari agen perjalanan fiktif, phishing, skimming ATM, QRIS palsu, hingga pembobolan akun melalui Wi-Fi dan port USB publik, semuanya berpotensi menyasar nasabah yang lengah.

“Kami memahami liburan adalah momen berharga bersama keluarga. Namun perlu diingat, modus penipuan tidak mengenal kata libur,” tegas Consumer Lending Business Head Danamon, Enriko Sutarto.

Melalui kampanye edukatif #JanganKasihCelah, Danamon secara konsisten mengajak nasabah lebih cermat dan bijak bertransaksi, terutama di tengah meningkatnya penggunaan kartu kredit, kredit tanpa agunan, serta layanan perbankan digital.

Enriko kembali menegaskan, Danamon tidak pernah meminta OTP, PIN, CVV, maupun akses D-Bank PRO dalam bentuk apa pun. “Jika ada pihak yang mengaku dari bank dan meminta data tersebut, sudah pasti itu penipuan,” ujarnya.

Selain edukasi, Danamon juga memastikan sistem keamanan data dan transaksi berjalan sesuai ketentuan regulator. Nasabah yang menemukan transaksi mencurigakan atau kehilangan kartu saat berlibur diimbau segera memblokir kartu melalui aplikasi D-Bank PRO atau menghubungi layanan Hello Danamon.

“Kami ingin nasabah merasa aman sebelum, saat, dan setelah berlibur. Dengan kewaspadaan bersama, liburan bisa dinikmati dengan tenang tanpa bayang-bayang kerugian finansial,” pungkas Enriko.(mid)